With a tagline “Learning for a Better Life”, Taman Cipta Karya Nusantara (TCKN) Foundation focuses on providing values-based education to foster individuals’ and societies’ growth for the sake of a better future.
Ratusan peserta didik The Liliput World Montessori School di bawah Yayasan TCKN merayakan akhir tahun di Situs Candi Ratu Boko pada 21 Juni 2025. Acara bukan sekadar kelulusan, melainkan pengalaman belajar tentang budaya dan sejarah nusantara untuk menanamkan kecintaan warisan budaya sejak dini. Ketua Yayasan Crista Trirahayu menyebut Ratu Boko simbol transisi dari pendidikan awal ke dunia luas. Selain penghargaan, digelar pertunjukan tematik siswa.
The Lilliput World Montessori School mengadakan perayaan akhir tahun "From Palace to the World" di Ratu Boko diikuti sekitar 300 peserta. Ketua Yayasan TCKN Crista Trirahayu menyatakan acara ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan pengalaman belajar budaya dan sejarah Nusantara untuk menanamkan kecintaan warisan sejak dini. Ratu Boko dipilih sebagai simbol transisi dari "istana pendidikan pertama" menuju dunia luas, menampilkan pertunjukan siswa dan penghargaan.
The Lilliput World Montessori School mengakhiri tahun ajaran 2024/2025 dengan perayaan di Candi Ratu Boko bertema “From Palace to the World.” Diselenggarakan oleh Yayasan TCKN, acara dihadiri sekitar 300 siswa, orang tua, dan pendidik, menampilkan drama, musik, dan tarian berbasis kurikulum Montessori untuk memperkenalkan nilai sejarah dan budaya. Lokasi dipilih sebagai simbol transisi pendidikan awal ke dunia luas.
Yayasan Taman Cipta Karya Nusantara (TCKN) melalui The Lilliput World Montessori menyelenggarakan End Year Celebration bertema “From Palace to the World” di situs cagar budaya Ratu Boko, Yogyakarta, Sabtu 21 Juni 2025, dihadiri sekitar 300 peserta. Acara menggabungkan upacara kelulusan 12 siswa, pertunjukan tematik, dan pengalaman belajar sejarah budaya Nusantara untuk menanamkan kecintaan warisan sejak dini.
Yayasan Taman Cipta Karya Nusantara melalui The Lilliput World Montessori menggelar perayaan akhir tahun bertema “From Palace to the World” di situs Ratu Boko di Sleman, dihadiri sekitar 300 siswa, orang tua, pendidik, dan tamu. Acara menggabungkan penghargaan kelulusan, pertunjukan tematik, dan pengalaman edukatif untuk menanamkan kecintaan pada warisan budaya. Yayasan bekerjasama dengan PT Taman Wisata Candi menjaga kelestarian situs dan menegaskan misi pendidikan karakter holistik berbasis nasionalisme.
Dr. Carina Citra Dewi Joe, ilmuwan Indonesia dan Senior Postdoctoral Research Scientist di Jenner Institute, Universitas Oxford, dikenal berhasil menemukan formula produksi massal vaksin Oxford-AstraZeneca. Dalam sharing session TCKN di Sleman, ia membagikan perjalanan karier dari Indonesia ke laboratorium Oxford, tantangan percepatan proses pengembangan vaksin selama pandemi, serta pentingnya kontribusi perempuan Indonesia dalam sains.
Yayasan Taman Cipta Karya Nusantara menggelar sharing session bersama Prof. Carina Joe pada 31 Oktober 2024, dihadiri 50 peserta dan 20 tamu undangan dari beragam latar belakang. Prof. Carina berbagi perjalanan dari Indonesia ke Jenner Institute, Oxford, dan perannya mengembangkan formula vaksin AstraZeneca skala besar. Ia menyoroti tantangan percepatan proses vaksin selama pandemi. TCKN berharap kisahnya menginspirasi pemuda, khususnya perempuan, untuk berkontribusi di bidang sains dan bioteknologi.
Prof. Carina Citra Dewi Joe, ilmuwan Indonesia di Jenner Institute Universitas Oxford, ditemukan berperan penting dalam produksi massal vaksin AstraZeneca. Dalam sharing session oleh TCKN pada 31 Oktober 2024, ia berbagi perjalanan dari Indonesia ke Oxford, tantangan percepatan pembuatan vaksin selama pandemi, serta keberhasilan penelitiannya. Kegiatan dihadiri sekitar 50 peserta beragam latar, akademisi, dan tamu internasional, dengan harapan menginspirasi perempuan dan generasi muda.
Yayasan Taman Cipta Karya Nusantara (TCKN) memperkuat peran di bidang pendidikan dengan membangun Gedung Hanoman Land Group (HLG) di Ngaglik, Sleman; groundbreaking telah dilakukan. Gedung seluas 2.900 m² dirancang menampung 500–700 orang dan ditargetkan digunakan akhir 2023. Selain pendidikan anak, fasilitas juga menyediakan pelatihan vokasi untuk pekerja atau penganggur, serta menjadi pusat budaya tradisional, ruang kolaborasi untuk donor darah, latihan musik dan tari, pengenalan adat Jawa, dan kegiatan bersama masyarakat.